Catatan Akhir Jelang Muktamar 3 Partai Bulan Bintang PDF Print E-mail
Thursday, 22 April 2010 17:10

Bismillahirrahmanirrahim.

MUKADDIMAH
12 tahun perjalanan Partai Bulan Bintang di kancah perpolitikan nasional bukanlah waktu yang singkat, menakar eksistensi PBB dalam perjuangan politik memang tidaklah sama dengan menakar kiprah sang pendahulu MASYUMI yang fenomenal, keduanya beda dalam memenangkan hati masyarakat pemilih namun keduanya mampu memberi “WARNA” yang membuat kiprahnya senantiasa diperhitungkan dalam dinamika politik Indonesia modern.

 

 


Warna yang dimaksud adalah perjuangan untuk senantiasa tegak sebagai partai kanan dengan slogan “berjuang dengan syariat bermanfaat bagi ummat”, idealisme perjuangan terkristalisasi dalam tafsir asas dan khittah perjuangan yang menjadi fatsoen yang harus senantiasa dijaga dalam pergumulan politik yang cenderung bergerak ke tengah dan memudarkan warna, sebagai partai yang sejak awal menegaskan identitas berplatform islamis modernis sesungguhnya Partai Bulan Bintang tengah menghadapi tantangan berat kepungan pragmatisme global yang bermuara pada de-ideologi dan dis-orientasi dalam gerak perjuangan walhasil PBB harus bisa bertahan dan menunjukkan eksistensi jatidirinya sebagai partai yang senantiasa ber”nafas”kan Islam ; berperadaban islam dan berkepribadian islam.

 

 

 

CATATAN AKHIR DISKUSI
Marilah sejenak kita mencoba memaparkan catatan akhir diskusi pra muktamar berdasarkan alur wacana yang mengalir dan berkembang dinamis dari topik ke topik

Inventarisasi garis-garis besar permasalahan mengerucut pada 9 poin kunci yang menjadi fokus perhatian dan substansi pembahasan, yakni sebagai berikut :
1. Kegagalan sistemik memenuhi syarat PT,
2. Koalisi Pilpres mendahului keputusan -kewenangan majelis syuraa
3. Konflik di DPC/DPW terkait Pilkada,
4. Pembentukan DPC-DPC yang tidak proporsional
5. Ketidak harmonisan hubungan antara DPP dengan Majelis Syuraa
6. Manajemen partai yang tidak efektif
7. Pengkaderan yang stagnan
8. Infra struktur rapuh
9. Pencitraan partai yang terpuruk

Berikut beberapa resume diskusi terkait 9 Poin sebagai prioritas pembenahan :

  • Sikapi problematika PBB hari ini secara arif. Semua konflik internal yang ada semuanya karena kita memang tidak siap segala-galanya. Kaderisasi tidak jalan, sistem penetapan calon yang hanya mengandalkan standar formal (Ijasah, Jabatan, aktif di partai, dll) dan mengabaikan elektabilitas/tingkat keterpilihan calon ditengah-tengah masyarakat sangat sulit mendekatkan partai ini pada rakyat pemilih.

  • Pentingnya PENGARUSUTAMAAN MUSYAWARAH sebagai mekanisme pengambilan kebijakan dan keputusan yang strategis termasuk dalam menentukan ketua umum secara kolektif kolegial, musyawarah menjadi sebuah solusi untuk memecahkan problematika yang pelik dan rumit serta menjadi media paling elegan untuk menimbang kebenaran dan memutuskan atas dasar keadilan dengan mengedepankan ukhuwah dan demi kemaslahatan bersama

  • Reorientasi Partai dalam melaksanakan kerja-kerja politik karena seringkali kita terjebak pada kerja-kerja Ormas dengan melupakan bahwa partai adalah alat perjuangan politik....BUKAN ORMAS

  • Perubahan/pembaharuan di semua lini dan aspek partai (sistem yg dimana para penggiat menjadi salah satu subsistemnya). membutuhkan cermin agar perubahan/pembaruan yang dilakukan tidak lantas memperburuk keadaan. Salah satu cermin yg dapat digunakan adalah pengalaman masa lalu entah itu yang baik maupun yg buruk. Dengan demikian semoga kita mampu merumuskan perubahan tersebut ke arah perubahan yg memang berdampak bagi kebaikan dimasa yang akan datang.

  • Perlunya perubahan yang menyentuh manajemen Partai kita ini, yang sering tidak dikelola secara profesional seperti yang disampaikan : Overlapping kebijakan, rekomendasi ganda, kontroversi dukungan pilkada hingga kepengurusan ganda dan pembekuan kepengurusan, tentunya kita tidak menghendaki manajemen ala kerajaan kuno ini diberlakukan di PBB.

  • Saatnya bermuhasabah, meluruskan niat dan menggelorakan semangat pembaharuan. Untuk menjadi besar hanya ada satu kunci : - Bangun Partai atas dasar kejujuran, keikhlasan dan keadilan. - Buang jauh-jauh niat untuk membesarkan diri sendiri, - Bebaskan Partai dari benalu-Benalu yang menjadi Parasit Partai, Bebaskan Partai dari Pribadi-pribadi yang ambisius dan bebaskan pula adari orang-orang yang cacat ; baik cacat aqidah, politik maupun moral.

  • Pentingnya PENCITRAAN PARTAI kita sebagai partai Problem solver bukan Trouble Maker...nah, diperlukan soliditas internal yang mampu mempersatukan tekad untuk melanjutkan perjuangan.

  • Membangun partai dengan segala cara yang halal, jangan menghalalkan segala cara...kesalahan harus diluruskan, yang lurus diteruskan....salah urus adalah kelemahan kita. jangan terlalu lama menoleh kebelakang...tapi bagaimana kita berfikir untuk bisa maju ke depan.
  • Pantang berhenti berjuang menuju PERUBAHAN yang lebih baik dari masa esok dan hari ini......dari kalah jadi menang, dari otoriter jadi egaliter, dari elitis jadi populis, dari pragmatis jadi idealis...terus dan terus menuju yang lebih baik....Kegagalan kemarin menjadi cermin dalam melangkah ke hari esok yang lebih gemilang...Insyaallah

 

 

Terkait masalah krusial penentuan kandidat PBB-1 selain mengarusutamakan mekanisme MUSYAWARAH diskusi juga melahirkan beberapa catatan rekomendasi sebagai berikut :

  • Keterpakuan pada sosok yang menjadi figur sentral bikin kader lupa berbuat, sebagai rujukannya adalah tradisi masyumi kepemimpinan bersifat KOLEGIAL bukan personal. Bottom up bukan top down.

  • Alangkah eloknya jika PBB di pimpin oleh figur yang lebih fresh, inovatif, progresif, proposional & profesional. tdk perlu larut dlm nostalgia masyumi, krn hari ini dan esok peluang dan tantangannya jauh berbeda & lbh berat...contoh kecil akankah pbb jadi peserta pemilu 2014..???!!!

  • Daripada kandidat yg ada diributkan track record serja kinerjanya adalah sebuah alternatif yang patut dipertimbangkan untuk mendorong tampilnya kandidat yg belum populer & blm terimbas budaya selebritis dan punya program yg jelas/tidak mengambang, anggap saja salah satu solusi untuk kaderisasi...agar bursa kandidat KETUM tdk hanya berputar pada satu lingkaran

  • Prioritaskan memperkuat sistem bukan figur...orang baik bila hidup dalam sistem yang buruk maka baiknya tidak nampak, orang buruk yang hidup dalam sistem yang baik maka buruknya tidak nampak.

  • Siapapun ketum PBB nanti, satu hal yg pasti.. Perhatikan secara ekstra KADER MUDA sebagai aset partai dimasa depan. Jangan kalah dengan partai tetangga…..panas-panas enak e maem pete, dua ribu empat belas insyaAllah lulus PT.

  • Lepas dari itu semua, perlu diprtimbangkan faktor KETERWAKILAN GEOGRAFIS, yaitu bahwa komposisi jumlah Pemilih lebih dr 50 % ada di Pulau Jawa. Selama ini masyarakat meng-identikkan PBB sebagai Partai Luar Jawa, karena itu Posisi Sentral Partai di Pusat perlu mempertimbangkan keterwakilan tokoh dari Jawa


KHATIMAH
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, seraya memohon Hidayah dan Ridho-NYA Semoga apa yang telah kita paparkan sebagai catatan akhir diskusi kiranya dapat memperkaya khasanah ikhtiar dalam menggelorakan perubahan menuju PBB yang benar-benar berperadaban dan berkepribadian islam..Amin

Sekian semoga bermanfaat...
Faidza Azzamta Fatawakkal Alallah teriring do’a Nasrun Minallah Wa Fathun Qariib

7 Jumadil Ula 1431 H / 21 April 2010

Didiskusikan, disusun dan disebarluaskan secara partisipatif oleh :
Tim Laskar Hijau Lantang dan Semua Saudara Seperjuangan yang telah berkontribusi secara aktif, responsif dan kritis dari awal hingga akhir...Insyaallah akan ada jalannya bagi kita untuk tetap melangkah bersama menuju satu cita....Barakallah...Jazak
umullah Khairan Katsiraa !

 

Last Updated on Thursday, 22 April 2010 18:40